Notification

×

Iklan

Iklan

Data Hilal Idul Fitri 1446 H: Perbandingan Prediksi Lembaga Falakiyah PBNU dan BMKG

Jumat, 28 Maret 2025 | Maret 28, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-03-28T16:57:35Z

 Data Hilal Idul Fitri 1446 H: Perbandingan Prediksi Lembaga Falakiyah PBNU dan BMKG



Menjelang Idul Fitri 1446 H, umat Islam di Indonesia menantikan hasil pengamatan hilal untuk menentukan awal bulan Syawal. Dua lembaga yang berperan penting dalam prediksi hilal adalah Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kedua lembaga ini memiliki metode perhitungan tersendiri dalam menentukan kemungkinan terlihatnya hilal.

Prediksi Hilal Menurut Lembaga Falakiyah PBNU

Lembaga Falakiyah PBNU menggunakan metode hisab dan rukyat dalam menentukan awal bulan Hijriyah. Metode hisab (perhitungan astronomi) digunakan untuk memperkirakan posisi hilal, sementara metode rukyat (pengamatan langsung) dilakukan untuk memastikan keberadaan hilal.

Berdasarkan perhitungan LF PBNU, hilal diperkirakan sudah berada di atas ufuk pada saat matahari terbenam di sebagian besar wilayah Indonesia. Namun, keberhasilan rukyat tetap bergantung pada faktor cuaca dan kondisi atmosfer pada saat pengamatan.

Prediksi Hilal Menurut BMKG

BMKG menggunakan metode hisab astronomi yang lebih modern dengan data dari berbagai observatorium internasional. BMKG juga mempertimbangkan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), yang mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dengan elongasi 6,4 derajat agar bisa terlihat.

Berdasarkan simulasi BMKG, hilal diprediksi sudah dapat teramati di beberapa wilayah Indonesia, terutama di bagian barat. Dengan demikian, ada kemungkinan bahwa Idul Fitri 1446 H akan jatuh pada hari yang sama secara nasional, tanpa adanya perbedaan dalam penetapan 1 Syawal.

Kesimpulan

Baik LF PBNU maupun BMKG menunjukkan indikasi bahwa hilal berpotensi terlihat pada hari pengamatan. Namun, keputusan resmi tetap akan diumumkan oleh pemerintah melalui sidang isbat yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama, BMKG, LF PBNU, dan organisasi Islam lainnya.

Dengan adanya prediksi ini, masyarakat diharapkan tetap menunggu hasil resmi dari pemerintah untuk memastikan kapan Hari Raya Idul Fitri 1446 H akan dirayakan. Semoga Idul Fitri membawa keberkahan bagi seluruh umat Islam di Indonesia dan dunia.

×
Berita Terbaru Update